Pindah Rumah

Maaf Blog saya Boyongan ke --->>> http://unting.net

[terlintas] Perjalanan Melalui Route Jendral Sudirman

“Naik - naik ke puncak gunung Tinggi - tinggi sekali Kiri kanan kulihat saja…..Iephe dan rosyi ( he2)” saya kutip dari kotareyog.com salah satu postingan dari noersam yg menceritakan pendakiannya ke LAWU pada 16-17 Agustus 2008 kemarin.

Ini ceritanya lain “Naik2 ke puncak gunung ….. kiri kanan TAK kulihat IEPE dan ROSYi “ Ya iyalah(masa ya iya dong… basi tau…) pada saat itu belum kenal sama mereka he he he.

Oh ya jadi inget ma teman2 pas pendakian ke WILIS tahun 2002 yang kuingat Aziz ukin, Anteng, Hasan, Wasti, Yuda, Adri cah Goil, Bambang, Rahmat, Panji, Mandan yg sempat pingsan dan masih banyak lagi deh maaf ngk bias nyebutin satu persatu.

Eitttt jadi lupa mau ngapain he heh ini critanya pendakian ke Wilis menyusuri Rote Jendral Sudirman, suatu perjalanan yang panjang Dari Ponorogo-Wilis-Nganjuk memakan waktu kurang lebih sekitar 3 hari 2 malam, tulisan ini juga pernah di muad pada bulletin EDELWISE tahun 2002 he he .. lanjud…..


PENDAKIAN WILIS ZUID
Perjalanan Melalui Route Jendral Sudirman



Wilis jajaran pegunungan dengan ketinggian 2288 mdpl dengan posisi diantara lima kota yaitu madiun, nganjuk, kediri, trenggalek dan ponorogo. Dengan kondisi geografis semacam itu kita mencoba untuk menelusurinya melewati route Jendral Sudirman dengan mengambil start di pasar desa warung bung kec. Sooko. Sebenarnya ada beberapa jalur pendakian yang bisa dilalui, jalur barat dari madiun lewat dagangan-kare-kandangan. Jalur utara dari nganjuk lewat sawahan. tepatnya hari sabtu, 9 Februari 2002 adalah pendakian wajib yang diikuti oleh seluruh anggota muda angkatan X sebagai penerapan awal dari hasil Diklatsar kemarin. Di dampingi para anggota biasa yang saat itu kita semua berjumlah 24 personil dengan 16 cowok dan 8 cewek setelah diberangkatkan dari kampus sekitar pukul 9.30 dan memakan waktu 1 jam kita sampai di tempat start kemudian dimulailah perjalanan panjang tepat pukul 11.00 WIB.

Dengan jalur makadam pada + 3 Km pertama melalui perumahan penduduk, kita berjalan beriringan diselingi sendau gurau. Anteng & aziz ukin yang waktu itu sebagai leader mengawali perjalanan, memasuki kawasan hutan homogen dengan spesies tumbuhan pinus kita beristirahat setelah 1 jam perjalanan untuk melakukan sholat dzuhur. Rahmat dan Eri sebagai penyapu berjalan dengan santainya menikmati alam.

Kurang lebih 5 Km berikutnya kita mulai memasuki kawasan hutan heterogen dengan berbagai macam spesies tumbuhan. Elang spesies binatang yang kita lihat pertama saat itu, berputar-putar diawan seakan sedang mencari sasaran mangsa. Semakin kedalam kita masuk hutan heterogen yang sangat lebat dan pohon tinggi di dominasi oleh anggrek yang menempel indah. Terlihat pohon yang bergoyang disana sehingga membuat kita penasaran untuk mengamati dan ternyata beberapa komunitas kera penghuni hutan tersebut sedang bermain – main asyik, kita pun tetap meneruskan perjalanan. Dengan melewati beberapa mata air berhenti sejenak untuk membasuh muka serta menghilangkan dahaga.

Perjalanan 1 jam dalam hutan homogen dan 3 jam melalui hutan hiterogen kemudian baru kita masuk dalam perkebunan kopi yang sangat luas di daerah jeladri, kandangan masih termasuk kabupaten madiun. 2 jam berikutnya barulah kita sampai pada penduduk terakhir di desa seklayar dan disitulah kita beristirahat serta bermalam. Setelah menempuh perjalanan sekitar 6 jam melalui jalur setapak, menerjang panas , hujan, kabut, dingin, kita sampai pada planing pertama yaitu desa seklayar yang merupakan penduduk terakhir sebelum puncak. 18.30 tepatnya waktu itu kita sampai, disambut dengan ramah oleh penduduk setempat, dipersilahkan beristirahat dirumah penduduk yang kosong sedang sebagian di mushola.

Pagi hari berikutnya, setelah packing, makan pagi dan bersosialisasi dengan penduduk setempat kita berpamitan untuk melanjutkan perjalanan ke puncak. Di persimpangan jalur yang salah satunya menuju puncak dan yang lainya menuju air terjun sedudo, kita berhenti untuk meninggalkan carrer dan hanya membawa perbekalan secukupnya, senter dan ponco. 2 personil Aziz dan Hengki menunggu barang tersebut dan mendirikan camp/bivaouk juga perapian. Perjalanan menuju puncak masih memakan waktu 6 jam lagi sehingga barang bawaan perlu ditinggal. Hasan menjadi leader dan anteng menjadi penyapu, dengan menempuh medan yang sangat sulit, jalur panjang, tanjakan tetapi kita bersemangat untuk mencapai puncak. Dalam perjalanan ke puncak kita sempat beristirhat sebanyak tiga kali, yang pertama di bukit batu tulis karena disitu ada batu yang bertulis dan yang kedua di bukit berikutnya yang biasanya di sebut bukit putus asa, disebut demikian karena pendaki jaman dulu untuk mencapaii puncak serasa jauh dan nggak sampai-sampai padahal sudah melalui beberapa puncak namun di depannya masih ada puncak. Hingga pukul 15.30 akhirnya kita sampai di puncak liman Gunung Wilis, meskipun dalam keadaan hujan dan kabut serta udara dingin yang menusuk sampai ketulang. Setelah sampai di puncak kita langsung mengadakan upacara do’a dan pelantikan dari salah seorang dari teman kita yang tidak bisa dilantik bersama–sama pada waktu sebelumnya karena suatu hal.

Sewaktu dipuncak ada dua teman kita yang jatuh pingsan Panji dan Mandan, dan teman-teman lainnya merasa takut dan khawatir seandainya dengan kondisii yang demikian mereka tidak kuat untuk turun dari puncak, tapi syukur alhamdulillah beberapa menit kemudian keadaan mereka sudah pulih, haripun semakin sore dan berkabut. Pukul 16.30 tepat akhirnya kami turun, kali ini Bambang Jembing sebagai leader dan Hasan sebagai penyapu, keadaan sekiling kami menjadi gelap, dingin dan hujan dan jalanpun tak terlihat, satu persatu kami mengeluarkan senter kemudian perjalanan dilanjutkan, tiba-tiba ditengah perjalanan bambang berhenti karena jalur tidak terlihat kemudian Rahmat menggantikan Bambang sebagai leader, dan akhirnya pada pukul 23.30 kita pun sampai dibase camp dengan selamat, kita tidak menyangka telah melewati perjalanan yang sangat panjang, berliku dan melelahkan.

Hujan deras dan angin serta udara dingin yang menyelimuti kita dalam beristirahat di bivaouk bagi yang cowok sedang bagi cewek beristirihat dalam tenda Doom, karena tidak muat sebagian dari kita terpaksa tidur sambil duduk, tetapi karena rasa lelah dan capek kami bisa tertidur pulas.

Keesokan harinya merupakan hari ketiga, kita segera melanjutkan perjalanan kembali setelah melakukan packing dan persiapan, jam menunjuk pada pukul 08.30 kita meneruskan sisa perjalanan yang masih memakan waktu lebih dari 6 jam berangkat menuju lokasi air terjun sedudo Nganjuk. Dengan berjalan santai melewati hutan homogen dan heterogen menempuh jarak waktu 4 jam baru kita menemui perkampungan berbagai desa, sawah, perkebunan jeruk, perkebunan cengkeh, alpokat, taman bunga rose, bukit, jurang dan sungai dengan pemandangan yang sangat indah, sejuknya udara pegunungan. Dalam perjalanan yang jauh ini telah mengahbiskan logistik kita, ada yang menipis bahkan ada yang sudah habis, tapi alhamdulillah kita telah sampai pada perkampungan penduduk. Tak terasa lokasi yang dituju sudah berada didepan mata, sekitar pukul 15.00 akhirnya kita sampai dilokasi wisata air terjun sedudo, Nganjuk. Sesampainya disana kita langsung membersihkan diri, berganti pakaian dan sholat. Sekitar 2 jam kemudian, dirasa sudah cukup dalam menikmati suasana air tejun, kita meninggalkan lokasi wisata air terjun sedodo dengan transportasi truk kita menuju ke terminal Nganjuk, kemudian naik bus jurusan ponorogo. Perjalanan yang panjang dan jauh dengan menempuh jarak sekitar 60 km lebih ini terasa sangat singkat, dan tak terasa akhirnya kita telah sampai di Ponorogo ketika jarum jam menunjukkan pukul 20.00, dengan sambutan yang cukup hangat dari teman-teman di sekretariat yang telah menunggu kadatangan kita.

Assalamua’alaikum ……………… ?

Wa’alaikum Salam Warahmatullah ………. ?


[teringat] sebuah pejalanan ke TNGGP

Hari ini ketika gogling untuk mencari literatur pegunungan di Indonesia teringat sebuah perjalanan pendakian ke Gunung Gede, sebuah pendakian yg saya lakukan sekitar tahun 2002 tepatnya Tgl 24 s/d 31 Juli 2002

Setelah saya cari2 di Komputer ketemu file -file lama saya la... ini jadinya saya KOPAS aja ke sini itung2 buat mengenang masa lalu ketika masih aktif di salah satu Organisai PA, mengingat kembali teman2 yg dulu pernah seperjuangan "SEMOGA........."




Rabu 24 Juli 2002

Pendakian ini kami lakukan dengan 3 peserta yaitu : Saya sendiri unting[Ponorogo], Suhartati[Pacitan], Yuda Virana Sari[Irian Jaya], dan seorang Pendamping Miftahul Ilmi[Jakarta] (Bang ATA) kami melakukan paking dan berkunpul diseketariat PA kami pukul 14.00WIB. Pukul 15.00WIB kami melakukan upacara pemberangkatan yang di pimpin oleh ketua Umum OPA Nur Hasan Ismail dan juga teman teman anggota yang lain.

Setelah upacara pelepasan selesai kami melakukan pemberangkatan menuju terminal Selo Aji Ponorogo diantar dengan sepeda motor, dan kemudian berangkat menuju stasiun kereta api Madiun dengan Naik bus. Jam 18.00WIB kami sampai distasiun kereta api madiun dan membeli tiket menuju stasiun kereta api Kiara Condong Bandung, dalam perjalanan kami lansung istirahat bergantian karena menjaga barang bawaan kami dan banyaknya para pengamen.

Kamis 25 Juli 2002

Kami bangun jam 06.00WIB disambut segelas kopy susu wah enak sekali sambil mengamati pemandangan sawah dan gunung yang indah dari cendela kereta api. Pukul 08.00WIB kami sampai di Kiara Condong Bandung setelah istirahat sebentar kami jalan kaki 200 meter mencari anggkot menuju terminal bus Luwi Panjang, setelah sampai di luwi panjang kami naik bus menuju Bogor Cibodas.

Sampai di cibodas pukul 11.00WIB, kemudian kami istirahat dan melakukan pengurusan perijinan. Setelah perijinan selesai kami mulai melakukan pendakian pukul 14.30 WIB sepanjang perjalanam kami melakukan pengamatan disini terdapat banyak burung tetapi sulit untuk diamati karena lincah.

Kami sampai ditelaga biru disini kami foto dan mengamati sekitar lokasi. Pukul 16.30WIB kami tiba di pos air terjun Cibeureum disini kami istirahat makan wafer coklat dan extra jos untuk pemulihan tenaga kami selang 5 menit kami melanjutkan perjalanan lagi sampai di air panas jam 19.00WIB di air panas ini kami meyebrang satu per satu karena jalanya licin dan airnya panas serta sebelah kanan blank setelah melewati air panas kami istirahat pemulihan tenaga. Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju kandang badak, sampai dikandang badak kami tiba Jam 21.00WIB kemudian kami mendirikan camp masakevaluasi dan istirahat .

Jum’ at 26 Juli 2002

Pukul 06.00WIB kami bangun tidur kami masak dan melakukan penghangatan badan sambil pengamatan burung di sini banyak sekali burung beryanyi bersautan memecah kesunyian hutan. Disini kami sempat berkenalan dengan 2 orang yaitu Bagas dari Bandung yang baru lulus dari Unpar Bandung dan Abi dari Halim Jakarta kemudian kami sama-sama naik ke puncak Gunung Gede. Jam 08.00WIB kami Packing dan jam 09.00WIB

kami melanjutkan pendakian dari kandang badak menuju puncak dalam perjalanan kami sering berhenti untuk melakukan pengamatan setelah itu kami sampai di tanjakan rantai yaitu sebuah jalur dengan kemiringan sekitar 850 jadi kami melakukan pemanjatan dengan bantuan tali yang dipasang pada sekelilingnya. Jam 01.00 kami sampai dipuncak sungguh terobati rasa cape dan lelah karena indahnya pemandang puncak gunung Gede. Disana terbentang kawah yang lebar dan mengeluarkan asap belerang. Dipuncak kami melakukan pengibaran bendera OPA kami dan pengucapan selamat sambil melakukan pengamatan. Jam 15.30WIB kami turun di surya kencana selama 30 menit kemudian kami membuat, sebagian membuat camp, masak dan sebagaian melakukan pengamatan. Surya kencana terdapat pendaki lain yang camp disini canda dan tawa saut menyaut antar tetangga camp. Pukul 16.30WIB kami melakukan evaluasi dan istirahat.

Sabtu 27 Juli 2002

Kami bangun pukul 06.00WIB disambut kicauan burung dan sinar mentari pagi setelah keluar camp kami terkejut melihat rerumutan berwarna putih baru pertama kali melihat bunga es di gunung. Hawa dingin menusuk tulang, kami menghangatkan tubuh sambil masak dan makan ayam goreng, sambal tomat ikan asin wah..... nikmat sekali . Pukul 09.00WIB kami packing dan pukul 10.00WIB kami melanjutkan perjalanan menuju Gunung Putri dalam perjalanan kami melihat bentangan edelwais yang luas. Dalam perjalanan menuju gunung putri kami sering istirahat untuk melakukan pengamatan. Kemudian Jam 15.00WIB kami tiba di gunung putri dan melapor ke Information Center, kemudian menuju Rumah Bapak Idris.

Dirumah Bapak Idris kami camp dan malamnya kami ramah-tamah, berkenalan dengan seorang yang bernama Sigit dari Jakarta, evaluasi dan istirahat.

Minggu 28 Juli2002

Kami bangun pukul 05.15WIB disambut hawa dingin, kami sholat menghangatkan tubuh, makan. Jam 08.00WIB WIB kami melakukan ANSOS(Analisa Sosial) pada masyarakat sekitar yaitu dengan berkeliling di perkebunan dan pemukiman penduduk serta wawancara dengan penduduk setempat disini pemandangan bagus sekali para bapak tani sedang mengolah tanahnya didampingi oleh isterinya dan para anak-anak kecil sedang bermain kejar-kejaran di pematang kebun. Jam 15.00 WIB kami selesai melakukan ANSOS dan kembali ke Rumah Bapak Idris kemudian makan sambil mengobrol dan mendengarkan cerita dari Bapak Idris, kemudian kami evaluasi , setelah capek istirahat (tidur.....zzzzzzzzz krekut...krekut tok ber!!!????).

Senin 29 Juli 2002

Ini dalah hari terakhir kami di Gunung Putri setelah makan dan paking kami melakukan pengumpulan data dan literatur pada Information Center tentang kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango setelah selesai pengumpulan literatur kami berpamitan kepada Bapak Idris untuk turun dari Gunung Putri, Perlu diketahui Bapak Idris adalah kuncen Gunung Putri, kami turun Jalan kaki satu kilo meter dan naik angkot menuju Cipanas dari Cipanas menuju terminal bis untuk Menuju Bandung. Tempat yang kami tuju adalah tempat kenalan kami yaitu Bagas, sampai ditempatnya Jam 21.00 WIB karena sudah capek kami langsung tidur.

Selasa 30 Juli 2002

Kami bangun agak kesiangan sekitar 07.30WIB setelah itu mandi makan, teman yang lain mencuci kaos dan sekitar 11.30WIB kami putar-putar kota Bandung ketempat EIGER dan Survey kereta api di stasiun kiara Condong

Setelah sore kami pulang kerumah kenalan kami untuk packing persiapan pulang. pukul 20.15WIB kami persiapan menuju stasiun kereta api Kiara Condong karena kereta Jurusan Madiun berangkat pukul 21.30WIB. Pada perjalanan malam hari di kereta api kami habiskan untuk mengobrol tentang kegiatan yang di lakukan kemarin dan beristirahat secara bergantian menjaga barang bawaan kami.

Rabu 31 Juli 2002

Kami masih di kereta api dalam perjalanan pulang kadang bangun dan tertidur lagi sambil melihat pemandangan luar dari cendela kereta api dan pada pukul 10.50 WIB kereta sampai distasiun kereta api Madiun. Setelah itu kami berjalan kaki ketempat pemberhentian bus yang tak jauh dari stasiun dari sini kami menuju stasiun bis Madiun kemudian naik bus menuju terminal Ponorogo dan naik bus mini menuju Kampus pukul 12.00WIB AMIN.

[yang ku ingat]Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP)

Data ini saya peroleh ketika melakukan pendakian ke Gunung Gede sekitar Juli tahun 2002 nan

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango merupakan salah satu taman nasional pertama di Indonesia yang di umumkan pada tanggal 6 Maret 1980 0leh Menteri pertanian. Luas taman nasional Gunung Gede Pangrango -+15.196 ha, kawasan ini dikenal sebagai hutan tropis yang kaya akan flora dan fauna.
Di TNGGP terdapat 3 tipe vegetasi berdasarkan ketinggian tempat dari permukaan laut yaitu:
  1. Lower/Sub Montana 1.000-1.500 mdp
  2. Montana 1.500-2.400mdpl.
  3. Sup Alpina 2400-3.019mdpl.
flora dikawasan ini juga terdapat satwa liar, yang termasuk kelas burung, mamalia, reptilia, amfibia, serangga dan kelompok satwa tak bertulang belakang. Dari kelompok burung hidup 251 dari 460 jenis burung yang terdapat di Jawa tercatat hidup di kawasan ini, salah satunya adalah Elang Jawa (Spizaetus bartelsi). Dari kelompok mamalia tercatat 111 jenis hidup di kawasan ini, tiga diantaranya sudah di yatakan punah yaitu Badak Jawa (Rninoceros Sondaicus), Banteng (Bos Sondaicus) dan Harimau (PantheraTigris).

jenis mamalia yang masih bisa ditemukan antara lain Macan tutul (Panthera Pardus), Owa Jawa (Hylobates Moloch), dan Anjing Hutan (Cuon Alpinus). Selain jenis satwa tersebut kawasan ini terdapat 300 serangga pemakan daun, 74 jenis reptilia, 21 jenis katak (Amfibia), berbagai jenis ikan Moluska dan Micro Organisme.
kekayaan flora dan fauna, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango kaya akan potensi objek wisata alam seperti keindahan alam(View), air terjun, air panas, danau, kawah, padang rumput pegunungan, goa dan objek wisata budaya.

alam yang indah bisa dinikmati dari jalan raya sekeliling Taman Nasional ini, juga dibeberapa tempat seperti view di sekitar situgunung, selabintana, badogol,gunung putri, cibodas, dan pemandangan dari puncak-punccak gunung. Air terjun merupakan salah satu objek wisata yang banyak di kunjungi wisatawan. Dikawasan ini terdapat tidak kurang dari 20 buah air terjun, empat buah diantaranya sudah dikembangkan yaitu air tejun cibeureum, cibodas, cibereum selabintana, dan air tejun cipadaranten bodogol. komplek air trjun cibeureum cibodas terdapat tiga buah air terjun, yaitu air tejun cibeureum(30m), cidendeng(25m), dan cikundul(20m), komplek ini bisa dicapai dari pintu masuk cibodas sejauh 2,7 km, dikawasn ini terdapat sejenis spagnum/lumut merah(spagnum gedeanum) yang endemik gede pangrango. Air terjun cibeureum selabintana terdapat sekitar 2,5 km dari pintu masuk pondok halimun, tinggi air terjun sekitar 40m. Air terjun curug sawer dapat dicapai dari pintu masuk situgunung sejauh 2 km.

Salah satu gejala alam yang unik di kawasan taman nasional ini adalah adanya lahan basah seperti danau/telaga dan rawa pegunungan. Tanah di daerah pegunungan biasanya bersifat porous, namun di kawasan ini terdapat beberapa lahan basah, di antaranya telaga biru, rawa goyonggong dan situgunung. Telaga biru terdapat pada jarak 1,5km dari pintu masuk cibodas, rawa goyanggong terletak pada jarak 1,8km dari pintu masuk cibodas dan situgunung berjarak sekitar 2km dari pintu masuk taman wisata alam situ gunung.

pangrango merupakan puncak tertinggi di TNGP(3.019mdpl), puncak gunung gede(2.958mdpl) dapat dicapai dari pintu masuk cibodas(10km, 5-6jam), pintu masuk gunugn putri(7km, 3-4jam), puncak pangrango lebih mudah dicapai dari pintu masuk cibodas sejauh 11km(5-6jam). Dipuncak gunung gede terdapat beberapa kawah yaitu kawah ratu, kawah lanang, wadon dan baru. Arah selatan dari puncak gunung gede terdapat padang rumput seluas kurang lebih 51ha yang dikenal dengan nama alun-alun surya kencana. puncak gunung pangrango terdapat pula padang rumput yang dikena dengan alun-alunmandalawangi seluas kurang lebih 3ha.

Sejarah penetapan dan pemantapan kawasan TNGG
NO TAHUN STATUS LOKASI KEGIATAN
1 17/05/1889 Kebun Raya Cibodas Penetapan
2 5/01/1925 Cagar Alam Cibodas, G.Gede Penetapan
3 11/07/1919 Cagar Alam Cimukat Penetapan
4 27/11/1975 Taman wisata Situ Gunung Penetapan
5 10/02/1979 Cagar Alam

Cibodas, G. Gede

Perluasan
6 06/04/1980 Taman Nasioanal Seluruh Kawasan Perluasan
7 07/18/1985 Taman Nasioanal Seluruh Kawasan Pemeriksaan batu
8 1984/1985 Taman Nasioanal Seluruh Kawasan Rekonstruksi
9 1992/ Taman Nasioanal Seluruh Kawasan Penetapan
10

1996/1997

Taman Nasioanal Seluruh Kawasan Orientasi
11 1997/1998 Taman Nasioanal Seluruh Kawasan Rekonstruksi

Nama-nama pos/shelter dan jarak antar pos rute pendakian Cibodas-Gunung Gede-dan Gunung Gede-Gunung Putri.

NAMA POS/SHELTER

JARAK TIAP POS (KM)

Iformation center Cibadas-Telaga Biru

1,5

Telaga Biru-Air Terjun Cibeureum

1,4

Air Terjun Cibeureum-Air Panas

2,5

Air Panas-Kandang Batu

2,2

Kandang Batu-Kandang Badak

1,9

Kandang Badak-Puncak Gede

0,5

Puncak Gede-Alun alun SK barat

1,6

Alun alun Sk barat-Alun alun SK timur

1,3

Alun alun Sk timur-Simpang Maleber

0,9

Simpang Maleber-Lawang seketeng

1,8

Lawang Seketeng-Information Center G.Putri

1,3


Ketinggian pos/shelter rute pendakian Cibodas-Gunung Gede

NAMA POS/SHELTER

KETINGGIAN (MDPL)

Iformation center Cibadas

1.300

Telaga Biru

1.575

Air Terjun Cibeureum

1.625

Air Panas

2.150

Kandang Batu

2.220

Kandang Badak

2.450

Puncak Gede

3.019

Alun alun Sk barat

2.750


Data dan informasi:
Information Center Kawasan Gunung Putri

[Lamunanku] RENG2 BROUG..... RENG2 BROUG.....

Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 2002 nan ketika masih muda dulu jek seneng dadi Pembalap [PEMUDA BERBADAN GELAP wek.....]

Pas mo brangkat kuliah sekitar jam 10.00 wib, biasanya kan naik motor jkt puncak pp haya ngisi bensin 1x bercanda, trus.. pada kilometer 8. gang mawar bungur eh nggak kok pada kilometer 8 gitu thok, disitu aku jatuh dari motor gara-gara anak kecil 10 thun menyebrang jalan nggak dianterin sama ortunya terserempetlah ama motor aku, untung aja hanya tersrempet dan aku bershukur banget haya luka kecil di antara kedua mata diatas hidung yg dideritanya walau sempat dirawat selama satu minggu di rumah untuk sehat(rumah sakit dha...), & sejak itu BT banget klo liat anak kecil di pinggir jalan sendiri trauma kali ya?, yah... semoga menjadi pengalaman yg berharga buat kita semua... ngantuk nihc.....Zz.....zz..krekut2..zzzzzz